Efektifitas Program Wajib Kerja Sabtu (Daily Worker) Studi Kasus Siswa Program Keahlian Kuliner di SMKN 1 Painan
DOI:
https://doi.org/10.62194/42jqrz76Keywords:
Daily Worker, Pendidikan Vokasi, Karakter Kerja, Experiential LearningAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Wajib Kerja Sabtu (Daily Worker) pada siswa Program Keahlian Kuliner di SMK Negeri 1 Painan. Program ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja dan membentuk karakter siswa sesuai tuntutan dunia industri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru, siswa, dan mitra usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Daily Worker meliputi tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung dan penghambat. Perencanaan program telah dilakukan dengan cukup baik melalui penyusunan tujuan, pembagian tugas, dan jadwal kegiatan. Pelaksanaan program berjalan sesuai rencana, namun masih ditemukan kendala berupa rendahnya partisipasi siswa. Faktor pendukung meliputi dukungan kebijakan sekolah, kompetensi guru, serta fasilitas yang memadai. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya motivasi siswa, kelelahan, dan kurangnya pemahaman terhadap tujuan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program Daily Worker memiliki potensi besar dalam membentuk karakter kerja siswa, namun perlu optimalisasi dalam pelaksanaannya.
References
Ahmad, R., Putra, D., & Lestari, S. (2025). Experiential learning dalam pendidikan vokasi: Upaya meningkatkan kesiapan kerja siswa SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi Indonesia, 15(1), 45–56.
Amelia, N., Sari, M., & Putri, D. (2025). Analisis partisipasi siswa dalam program pembelajaran berbasis kerja di SMK. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 12(2), 101–112.
Badan Pusat Statistik. (2025). Tingkat pengangguran terbuka menurut tingkat pendidikan. Jakarta: BPS.
Billet, S. (2020). Learning through work: Workplace affordances and individual engagement. Journal of Workplace Learning, 32(1), 1–15.
Budianto, A., Rahman, F., & Hidayat, T. (2024). Implementasi pembelajaran berbasis kerja pada pendidikan vokasi. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 18(2), 77–89.
Depdiknas. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. (2022). Panduan pelaksanaan program pembelajaran berbasis kerja di SMK. Painan: Disdik.
George R. Terry. (2020). Principles of management. New York: McGraw-Hill.
Haryani, S., & Sunarto. (2021). Penguatan karakter kerja siswa melalui pembelajaran praktik di SMK. Jurnal Pendidikan Kejuruan, 11(1), 23–34.
Johnson, E. (2021). Work-based learning in vocational education: Bridging school and industry. International Journal of Vocational Education, 9(2), 66–78.
Kemendikbud. (2021). Pembelajaran berbasis kerja di SMK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbud. (2023). Kebijakan penguatan pendidikan vokasi di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. New Jersey: Prentice Hall.
Kusuma, A., & Widodo, S. (2021). Implementasi work-based learning dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 11(2), 145–156.
Mulyasa, E. (2020). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nugroho, H., Santoso, B., & Wijaya, D. (2021). Pengaruh fasilitas praktik terhadap hasil belajar siswa SMK. Jurnal Pendidikan Teknik, 13(1), 55–66.
Paramitha, R., Dewi, N., & Saputra, H. (2024). Integrasi pembelajaran berbasis kerja dalam kurikulum SMK. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(1), 88–99.
Rahayu, S., & Suryadi, A. (2020). Kesiapan kerja lulusan SMK dalam menghadapi dunia industri. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 8(2), 120–132.
Raelin, J. A. (2020). Work-based learning: Bridging knowledge and action in the workplace. New Directions for Adult and Continuing Education, 2020(165), 55–64.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2021). Management (15th ed.). New York: Pearson Education.
Sarmila, D., Yusuf, M., & Arifin, Z. (2025). Pengaruh program praktik kerja terhadap karakter siswa SMK. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(1), 34–47.
Sudjana, N. (2019). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudarsono, A., Putri, R., & Hakim, L. (2023). Pembelajaran berbasis pengalaman dalam pendidikan kejuruan. Jurnal Pendidikan Teknologi, 17(2), 90–102.
Suharto, T. (2021). Pendidikan vokasi dan tantangan dunia kerja. Jurnal Pendidikan Nasional, 5(1), 10–20.
Suryana, Y. (2020). Permasalahan implementasi program pembelajaran praktik di SMK. Jurnal Pendidikan Kejuruan, 10(2), 67–78.
Tachjan. (2016). Implementasi kebijakan publik. Bandung: AIPI Bandung.
UNESCO. (2021). Technical and vocational education and training for the future. Paris: UNESCO Publishing.
UNESCO. (2024). Motivation and learning in vocational education. Paris: UNESCO Publishing.
Wulandari, R. (2021). Pengaruh kelelahan belajar terhadap partisipasi siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(1), 44–52.
World Tourism Organization. (2020). Global report on food tourism. Madrid: UNWTO.
Downloads
Submitted
Accepted
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alia Gishyanti, Cici Andriani, Elida, Nurhasanah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













